RSS

SOAL DAN PEMBAHASAN SISTEM EKSKRESI
1. Zat sisa metabolisme berupa cairan empedu dikeluarkan melalui . . . .
a. kulit
b. ginjal
c. paru-paru
d. hati
Pembahasan:
Cairan empedu merupakan sisa metabolisme di hati. Cairan empedu berisi bilirubin dan biliverdin yang merupakan hasil pembongkaran hemoglobin dalam sel darah merah. Hemoglobin ini dibongkar menjadi zat besi (Fe), globin, dan hemin. Hemin inilah yang akan diubah menjadi bilirubin dan biliverdin. Cairan empedu dibuang melalui ginjal dan anus. Bilirubin merupakan pigmen yang menyebabkan urin dan tinja berwarna kuning.
Jawab: b

2. Fungsi ginjal yang utama adalah . . . .
a. menyaring karbon dioksida
b. menyaring plasma darah
c. mengeluarkan keringat
d. mengeluarkan cairan empedu
Pembahasan:
Fungsi utama ginjal adalah menyaring plasma darah serta membuang zat-zat yang berlebihan dan zat sisa yang ada di dalam darah. Zat sisa yang tidak berguna dan zat-zat yang berlebih dibuang dalam bentuk urin. Mengeluarkan keringat adalah fungsi kulit. Mengeluarkan cairan empedu adalah fungsi hati.
Jawab: b

3. TBC merupakan kelainan paru-paru yang dapat disebarkan melalui cara berikut, kecuali . . . .
a. cairan ludah yang keluar saat batuk
b. menggunakan masker bergantian dengan penderita
c. menggunakan alat makan bergantian dengan penderita
d. menggunakan masker ketika berhadapan dengan penderita
Pembahasan:
TBC merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri dari penderita dapat tersebar ke orang lain melalui droplet yaitu cairan ludah yang tersebar saat batuk/ bersin, menggunakan alat makan atau masker secara bersama dengan penderita. Untuk mencegahnya adalah menggunakan masker ketika berhadapan dengan penderita, menyediakan ventilasi ruangan sehingga sinar matahari dapat masuk dan sirkulasi udara berjalan baik.
Jawab: d

4. Urea merupakan zat sisa yang dibuang melalui urin. Pembentukan urea berlangsung di . . . .
a. kulit
b. ginjal
c. paru-paru
d. hati
Pembahasan:
Urea merupakan zat sisa hasil pembongkaran protein di hati. Protein dibongkar menjadi asam amino. Asam amino dibongkar menjadi amonium (NH3) dan karbon dioksida (CO2). Di hati, amonium dan karbon dioksida bereaksi membentuk urea.
Jawab: d

5. Zat berikut yang mudah masuk ke urin dan diserap kembali ke darah adalah . . . .
a. albumin
b. fibrinogen
c. protein
d. glukosa
Pembahasan:
Zat yang mudah masuk ke urin dari darah adalah zat yang berukuran kecil. Albumin, fibrinogen, dan globulin merupakan protein yang bermolekul besar sehingga tidak dapat masuk ke urin. Zat berguna yang dapat masuk ke urin dan diserap kembali ke darah adalah glukosa.
Jawab: d

6. Fungsi utama pengeluaran keringat adalah membuang . . . .
a. garam
b. panas
c. air
d. urea
Pembahasan:
Fungsi utama pengeluaran keringat adalah membuang panas. Ketika panas tubuh meningkat, kelenjar keringat menyerap air dan garam dari kapiler darah untuk dikeluarkan ke permukaan kulit.
Dalam perjalanan dari pangkal kelenjar keringat ke permukaan kulit, keringat (air dan garam) akan menyerap panas. Kemudian keringat menguap dan panas dibuang ke lingkungan melalui permukaan tubuh.
Jawab: b

7. Satuan unit terkecil di ginjal yang bertugas membentuk urin adalah . . . .
a. kapsula Bowman
b. glomerulus
c. tubulus
d. nefron
Pembahasan:
Pembentukan urin di ginjal berlangsung dalam 3 tahap, yaitu filtrasi di badan Malpighi yang terdiri atas glomerulus dan kapsula Bowman, reabsorpsi di tubulus proksimal serta distal, dan augmentasi di tubulus distal. Jadi, pembentukan urin berlangsung dari glomerulus hingga tubulus yang disebut nefron.
Jawab: d

8. Pada saat orang berkeringat berlebih maka terbentuk urin yang . . . .
a. sedikit dan pekat
b. sedikit dan encer
c. banyak dan pekat
d. banyak dan encer
Pembahasan:
Pada saat berkeringat berlebihan maka tubuh kekurangan cairan karena dehidrasi. Usaha tubuh untuk mengatasi kekurangan air adalah dengan mereabsorpsi (menyerap kembali) air yang sudah menjadi urin sehingga terbentuk urin yang sedikit dan pekat.
Jawab: a

9. Pada manusia yang sehat, ginjal berfungsi untuk menyaring darah. Zat berikut yang ada dalam darah dan urin primer, namun tidak ada di urin sekunder adalah . . . .
a. urea
b. garam
c. glukosa
d. urobilin
Pembahasan:
Zat di dalam darah yang masuk ke urin primer adalah: air, garam mineral, urea, urobilin, dan glukosa. Zat yang masih berguna akan diserap kembali (reabsorpsi) sebagian yaitu air dan garam mineral, atau diserap seluruhnya yaitu glukosa. Oleh karena itu, dalam urin sekunder sudah tidak mengandungglukosa lagi. Sedangkan zat yang tidak berguna akan dibuang melalui urin yaitu urea dan urobilin (zat warna empedu).
Jawab: c

10. Reabsorpsi ion kalsium di tubulus kolektivus ginjal dibantu oleh hormon . . . .
a. antidiuretika
b. aldosteron
c. paratiroid
d. insulin
Pembahasan:
Reabsorpsi fakultatif dapat berlangsung di tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus. Reabsorpsi fakultatif terjadi dengan bantuan hormon, misalnya reabsorpsi ion kalsium dibantu oleh hormon paratiroid, ion natrium dibantu oleh hormon aldosteron, dan reabsorpsi air dibantu oleh hormon antidiuretika (ADH).
Jawab: c

11. Penderita diabetes insipidus (banyak buang urin) dapat disebabkan oleh . . . .
a. kelebihan hormon antidiuretika
b. kekurangan hormon antidiuretika
c. kelebihan hormon insulin
d. kekurangan hormon insulin
Pembahasan:
Reabsorpsi fakultatif air dibantu oleh hormon antidiuretika (ADH). Pada orang yang kekurangan ADH, reabsorpsi air sedikit sehingga air dalam urin menjadi berlebih (banyak urin).
Jawab: b

12. Bilirubin merupakan zat sisa hasil pembongkaran . . . .
a. hemoglobin di hati
b. protein di hati
c. hemoglobin di kantong empedu
d. protein di kantong empedu
Pembahasan:
Bilirubin merupakan zat sisa hasil pembongkaran hemoglobin di hati. Hemoglobin yang ada dalam sel darah merah akan dibongkar oleh sel Kupffer yang ada di hati menjadi zat besi (Fe), globin, dan hemin. Hemin diubah menjadi bilirubin.
Jawab: a

13. Zat berikut kadarnya lebih tinggi di urin dibanding di plasma darah, kecuali . . . .
a. urea
b. kreatinin
c. bilirubin
d. glukosa
Pembahasan:
Zat sisa hasil metabolisme dibuang melalui urin. Kadar zat sisa dalam urin lebih tinggi dibanding di dalam plasma darah yaitu urea, kreatinin, dan bilirubin. Glukosa setelah masuk ke urin akan diserap kembali (reabsorpsi) dan masuk ke plasma darah.
Jawab: d
http://pelajaribiologi.blogspot.com/2013/04/pembahasan-soal-sistem-ekskresi-manusia.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

 SOAL DAN PEMBAHASAN SISTEM RESPIRASI
1. Terjadinya inspirasi pada proses pernapasan manusia adalah karena diafragma . . . .
a. melengkung, tulang rusuk dan dada terangkat
b. melengkung, tulang rusuk dan dada turun
c. mendatar, tulang rusuk dan dada terangkat
d. mendatar, tulang rusuk dan dada turun
Pembahasan:
Pada saat melakukan inspirasi, diafragma berkontraksi (mendatar) dan otot antartulang rusuk juga berkontraksi, sehingga tulang rusuk terangkat. Akibatnya, rongga dada membesar dan volume membesar sehingga tekanan rongga dada menurun lebih kecil daripada tekanan udara di luar. Oleh karena itu udara luar masuk ke dalam paru-paru.
Jawab: c

2. Keluarnya udara pernapasan dari paru-paru adalah karena rongga dada . . . .
a. membesar, tekanan udara paru-paru membesar
b. mengecil, tekanan udara paru-paru mengecil
c. mengecil, tekanan udara paru-paru membesar
d. membesar, tekanan udara paru-paru mengecil
Pembahasan:
Pada ekspirasi terjadi hal-hal sebagai berikut. Diafragma relaksasi (melengkung), otot antartulang rusuk relaksasi sehingga tulang rusuk turun. Akibatnya rongga dada mengecil dan tekanan rongga dada lebih besar daripada tekanan udara luar sehingga udara dari paru-paru keluar.
Jawab: c

3. Kapasitas vital paru-paru adalah . . . .
a. udara yang masuk dan keluar dari paru-paru
b. udara yang dapat masuk sekuat-kuatnya ke paru-paru
c. udara yang dapat keluar sekuat-kuatnya dari paru-paru
d. udara maksimum yang dapat keluar dan masuk paru-paru
Pembahasan:


  • Udara yang keluar masuk paru-paru secara normal disebut udara tidal.
  • Udara yang masih dapat masuk ke dalam paru-paru setelah inspirasi biasa disebut udara komplementer.
  • Udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer.
  • Udara maksimum yang dapat keluar masuk paru-paru (udara tidal + udara komplementer + udara suplementer) disebut kapasitas vital paru-paru.
Jawab: d
4. Fungsi selaput lendir hidung adalah untuk . . . .
a. menyesuaikan kelembapan udara
b. menetralkan racun yang masuk
c. membunuh kuman yang terbawa
d. memilih gas-gas yang masuk
Pembahasan:
Fungsi selaput lendir hidung adalah mengatur/ menyesuaikan suhu dan kelembapan udara luar yang masuk.
Jawab: a
5. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang dinamakan . . . .
a. pleura
b. bronkus
c. alveolus
d. trakea
Pembahasan:
Nama selaput yang membungkus paru-paru adalah pleura. Selaput ini berisi cairan getah bening yang berfungsi sebagai minyak pelumas untuk memudahkan gerakan paru-paru. Bronkus adalah cabang trakea yang ada di paru-paru, alveolus adalah gelembung paru-paru, trakea adalah batang tenggorok.
Jawab: a
6. Udara dari luar akan masuk ke paru-paru bila . . . .
a. tulang rusuk terangkat
b. tulang rusuk turun
c. diafragma terangkat
d. diafragma relaksasi
Pembahasan:
Pada saat otot antartulang rusuk berkontraksi, tulang rusuk terangkat sehingga rongga dada membesar. Akibatnya volume rongga dada besar dan tekanan udara di rongga dada kecil sehingga udara luar masuk ke paru-paru.
Keadaan tulang rusuk turun, diafragma relaksasi (terangkat) adalah ciri-ciri ekspirasi. Pada keadaan tersebut, rongga dada mengecil sehingga volume rongga dada kecil. Akibatnya, tekanan udara di rongga dada lebih besar daripada tekanan udara di luar sehingga udara dari paru-paru keluar tubuh.
Jawab: a
7. Pernapasan bagi makhluk hidup memiliki tujuan pokok, yaitu . . . .
a. untuk mendapatkan oksigen
b. mendapatkan energi
c. membebaskan karbon dioksida
d. menghasilkan zat-zat sisa
Pembahasan:
Bernapas merupakan pergerakan udara ke dalam dan keluar paru-paru. Di dalam udara pernapasan terdapat oksigen yang akan digunakan untuk oksidasi biologi tubuh.
Reaksi oksidasi biologi:
C6H12O6 + O2   Ã  CO2 + H2O + energi
Jawab: b

8. Pada pernapasan perut, udara masuk ke paru-paru sebagai akibat kontraksi dari . . . .
a. otot perut
b. otot rusuk
c. otot diafragma
d. otot antartulang rusuk
Pembahasan:
Pernapasan perut dapat terjadi karena adanya kontraksi atau gerakan otot diafragma. Sedangkan gerakan otot antartulang rusuk yang berkontraksi atau relaksasi menyebabkan pernapasan dada.
Jawab: c

9. Pada manusia, difusi oksigen terjadi di . . . .
a. trakea
b. alveolus
c. pleura
d. bronkiolus
Pembahasan:
Pertukaran udara terjadi di alveolus. Alveolus dikelilingi oleh kapiler-kapiler darah yang membentuk jaring-jaring. Oksigen dari alveolus berdifusi ke sel darah merah di kapiler, sedangkan karbon dioksida berdifusi dari kapiler ke alveolus.
Jawab: b

10. Gangguan pada paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis disebut penyakit . . . .
a. TBC
b. influenza
c. bronkitis
d. pleuritis
Pembahasan:
TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Influenza disebabkan oleh virus influenza.
Bronkitis disebabkan oleh bakteri.
Pleuritis adalah infeksi pada selaput pleura yang disebabkan oleh bakteri.
Jawab: a
http://pelajaribiologi.blogspot.com/2013/04/pembahasan-soal-sistem-pernapasan.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PEMBAHASAN SOAL TENTANG SISTEM PENCERNAAN
1.Maksud dari pencernaan adalah...
a. Penyerapan makanan oleh epitel usus
b. Penghancuran makanan secara mekanik
c. Pergerakan makanan dalam usus
d. Pemecahan zat-zat makanan hingga dapat diserap oleh usus
e. Penggunaan enzim pencernaan untuk memecah zat-zat makanan
Jawaban : D
2.Cara untuk menjaga agar tubuh selalu sehat, kita perlu memperhatikan makanan yang kita konsumsi. Berikut ini yang bukan syarat-syarat makanan yang baik adalah...
a. Cukup air
b. Cukup kalori
c. Cukup protein
d. Mudah dicerna
e. Mudah didapat
Jawaban : E
3.Berikut yang termasuk zat pembangun adalah...
a. air
b. lemak
c. protein
d. karbohidrat
e. vitamin dan mineral
Jawaban : C
4.Tidak semua kolestrol berbahaya bagi tubuh, HDL ( Hight Density Lipoprotein ) adalah kolestrol yang dapat melarutkan sumbatan pada kapiler darah. Kolestrol ini mengandung asam lemak tak jenuh, antara lain terdapat pada makanan, yaitu...
a. buah alpukat
b. minyak goreng nabati
c. minyak goreng hewani
d. biji kacang-kacangan
e. serat tumbuhan kacang-kacangan
Jawaban : D
5.Zat makanan yang apabila dikonsumsi melebihi keperluan, kelebihannya tidak dapat disimpan dalam tubuh adalah...
a. vitamin D dan lemak
b. protein dan vitamin C
c. lemak dan vitamin A
d. karbohidrat dan vitamin E
e. karbohidrat dan lemak
Jawaban : B
6. Jenis makanan dibawah ini menunjukkan reaksi yang positif terhadap larutan lugol, yaitu...
a. roti
b. telur
c. susu
d. lemak
e. sayuran
Jawaban : A
7.Selain sebagai sumber penghasil energi terbesar, lemak juga berfungsi...
a. pelarut vitamin B dan C
b. menjaga kekebalan tubuh
c. pelindung tubuh dari suhu rendah
d. mengganti sel tubuh yang rusak dan tua
e. menjaga tekanan osmosis dalam tubuh
Jawaban : C
8. Jenis makanan yang merupakan sumber karbohidrat adalah...
a. beras, jagung, kentang dan susu
b. beras, gandum, jagung dan kentang
c. gandum, sagu, biji-bijian dan ikan
d. beras, jagung, daging dan telur
e. beras, gandum jagung dan buah-buahan
Jawaban : B
9. Bahan makanan yang sejak didalam mulut telah mengalami pencernaan makanan secara kimiawi adalah...
a. protein
b. lemak
c. mineral
d. vitamin
e. karbohidrat
Jawaban : E
10. Sekret pankreas mengandung enzim yang mencerna...
a. protein dan lemak
b. protein dan karbohidrat
c. lemak dan karbohidrat
d. vitamin dan mineral
e. protein, lemak dan karbohidrat
Jawaban : E
11. Lambung yang dapat menyekresikan getah lambung yang komponennya terdiri atas...
a. HCL, ptialin, gastrin dan lipase
b. HCL, pepsin, renin dan lipase
c. HCL, pepsin, renin dan disakarida
d. HCL, ptialin, enterokinase dan renin
e. HCL, pepsin, enterokinase dan amilase
Jawaban : B
12. Urutan sistem pencernaan makanan pada manusia adalah...
a. mulut-kerongkonan-usus halus-lambung-usus besar-anus
b. mulut-kerongkongan-lambung-usus besar-usus halus-anus
c. mulut-kerongkongan-lambung-usus halus-usus besar-anus
d. mulut-kerongkongan-lambung-usus 12 jari-usus halus-anus
e. mulut-kerongkongan-lambung-usus halus-usus 12 jari-usus besar-anus
Jawaban : C
13.Bagian dari saluran pencernaan dibawah ini yang mempunyai daerah permukaan terluar untuk mengabsorspi molekul makanan adalah...
a. esofagus
b. lambung
c. duodenum
d. ileum
e. colon
14.Fungsi utama usu besar adalah...
a. penyerapan zat makanan
b. menghancurkan sisa-sisa makanan
c. mengeluarkan sisa-sisa makanan
d. membusukan zat sisa pencernaan
e. mengatur kadar air sisa makanan
Jawaban : E
15.Saluran yang menghubungkan kantung empedu dengan usus memiliki muara pada...
a. lambung
b. usus halus
c. usus besar
d. kerongkongan
e. usus 12 jari
Jawaban : E

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SISTEM EKSKRESI

Proses metabolisme tubuh meiputi proses menghasilakan energi dan zat yang berguna bagi tubuh. Dalam proses metabolisme, dihasilkan zat-zat sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh. Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena dapat membahayakan tubuh. Proses pengeluaran zat-zat sisa dari dalam tubuh disebut ekskresi.
A. ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
1. Kulit
Kulit adalah organ pelindung yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Kulit merupakan lapisan sangat tipis dan tebalnya hanya beberapa milimeter. Organ ini terdiri atas tiga lapisan, yaitu:
a. Kulit Ari (Epidermis)
Kulit ari tersusun atas tiga lapisan, yaitu lapisan tanduk (stratum korneum), lapisan granula (stratum granulosum), dan stratum germinativum. Lapisan tanduk (stratum korneum) berada pada bagian yang paling luar. Lapisan tanduk merupakan jaringan mati dan terdiri atas berlapis-lapis sel pipih. Lapisan ini sering mengelupas dan digantikan oleh jaringan di bawahnya. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi sel-sel di dalamnya dan mencegah masuknya kuman penyakit.
Lapisan granula (stratum granulosum) terletak di bawah lapisan tanduk. Lapisan ini terdiri atas sel bergranula yang lama-kelamaan akan mati dan kemudian terdorong ke atas menjadi bagian lapisan tanduk. Pada lapisan ini terdapat pigmen melanin yang memberikan warna pada kulit dan melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. Warna pigmen kulit bermacam-macam sehingga ada orang yang berkulit hitam, sawo matang, atau kuning langsat. Bila lapisan ini tidak mengandung pigmen kulit, orang tersebut dikenal sebagai orang albino.
Stratum germinativum tersusun atas dua lapisan sel. Lapisan atas (stratum spinosum) mengandung sel-sel baru. Sel-sel ini akan terdorong ke atas menjadi bagian lapisan granula di bawahnya terbentuk sel-sel baru yang dibuat oleh sel-sel yang terus-menerus membelah (stratum basal).
b. Kulit Jangat (Dermis)
Kulit jangat terletak di bawah lapisan kulit ari. Di dalam kulit jangat terdapat pembuluh darah, kelenjar keringat (glandula sudorifera), kelenjar minyak (glandula sebassea), dan kantung rambut. Selain itu, terdapat juga ujung-ujung saraf indera yang terdiri atas ujung saraf peraba dingin (korpuskula krausse), peraba tekanan (korpuskula paccini), peraba panas (korpuskula ruffinin), peraba sentuhan (korpuskula meissner), dan peraba nyeri.
Kelenjar minyak menghasilkan minyak yang disebutsebum yang berguna untuk meminyaki rambut agar tidak kering. Di bagian bawah kantung rambut terdapat pembuluh kapiler darah yang mengangkut sari makanan ke akar rambut sehingga rambut terus tumbuh. Di dekat akar rambut terdapat otot rambut. Pada waktu kita merasa takut atau geli, otot rambut berkontraksi sehingga rambut menjadi tegak.
Kelenjar keringat berbentuk pipa terpilin, memanjang dari epidermis hingga masuk ke bagian dermis. Pangkal kelenjarnya menggulung, dikelilingi oleh kapiler darah dan serabut saraf simpatik. Dari kepiler darah inilah kelenjar keringat menyerap cairan jaringan yang terdiri atas air, larutan garam, dan urea. Cairan jaringan tersebut dikeluarkan sebagai keringat melalui saluran kelenjar keringat dan akhirnya dikeluarkan melalui pori-pori kulit. Pengeluaran keringat dipengaruhi oleh cuaca (panas atau dingin), aktivitas, makanan, atau minuman.
c. Jaringan Bawah Kulit (Subkutan)
Pada jaringan bawah kulit, terdapat jaringan lemak (adiposa). Jaringan lemak berfungsi untuk menumpuk lemak sebagai cadangan makanan dan menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.
Disamping berfungsi sebagai alat ekskresi, kulit juga berfungsi sebagai pelindung tubuh, mencegah masuknya kuman penyakit, mengatur suhu tubuh, dan menjaga pengeluaran air agar tidak berlebihan.
Struktur Kulit Manusia
Struktur Kulit Manusia
2. Paru-paru
Selain sebagai alat pernapasan paru-paru juga berungsi sebagai alat pengeluaran. Zat yang dikeluarkan oleh paru-paru adalah karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O) yang dihasilkan dari proses pernapasan. Jadi, tugas paru-paru adalah meneluarkan karbon dioksida dan uap air yang tidak digunakan lagi oleh tubuh. Jika tidak dikeluarkan, zat-zat tersebut akan menjadi racun.
Paru-paru
Paru-paru
3. Ginjal
Ginjal berbentuk seperti biji kacang merah. Panjangnya sekitar 10 cm, beratnya kurang lebih 170 gram, dan terletak di dalam rongga perut. Ginjal berjumlah 2 buah dan berwarna merah keunguan. Ginjal bagian kiri letaknya lebih tinggi daripada ginjal bagian kanan.
Ginjal
Ginjal
Ginjal merupakan alat pengeluaran sisa metabolisme dalam bentuk air seni (urin). Urin mengandung air, urea, dan garam mineral. Ginjal tersusun atas kulit ginjal (korteks),sumsum ginjal (medula), dan rongga ginjal (pelvis).
Pada kulit ginjal terdapat nefron yang berfungsi sebagai alat penyaring darah. Korteks mengandung lebih kurang satu juta nefron. Setiap nefron tersusun atas badan malphighi dan saluran panjang (tubulus) yang berkelok-kelok. Badan malpighi tersusun atas glomerulus dan kapsul Bowman. Glomerulus merupakan untaian pebuluh darah kapiler tempat darah disaring. Glomerulus dikelilingi oleh kapsul Bowman.
Tubulus ginjal terdiri atas tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus. Lengkung henle adalah bagian tubulus yang melengkung pada daerah medula dan berhubungan dengan tubulus proksimal dan tubulus distal. Bagian lengkung henle ada dua, yaitu lengkung henle yang melengkung ke atas (ascenden) dan lengkung henle yang melengkung ke bawah (descenden). Tubulus-tubulus ini mengalirkan urin ke rongga ginjal. Kemudian urin dialirkan melalui saluran ginjal (ureter) dan ditampung dalam kantong kemih.
Irisan Melintang Ginjal
Irisan Melintang Ginjal
Struktur Nefron
Struktur Nefron
Telah dikemukakan di atas bahwa cara kerja ginjal sebagai alat ekskresi adalah dengan menyaring darah sehingga zat-zat sisa yang terdapat di dalam darah dapat dikeluarkan dalam bentuk air seni (urin). Prnyaringan darah hingga terbentuk urin meliputi tahap penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorpsi), dan pengumpulan (augmentasi).
a. Penyaringan (Filtrasi)
Darah yang banyak mengandung zat sisa metabolisme masuk ke dalam ginjal melalui pembuluh arteri ginjal (arteri renalis). Cairan tubuh keluar dari pembuluh arteri dan masuk ke dalam badan malpighi. Membran glomerulus dan kapsul Bowman bersifat permeabel terhadap air dan zat terlarut berukuran kecil sehingga dapat menyaring molekul-molekul besar. Hasil saringan (filtrat) dari glomerulus dan kapsul Bowman disebut filtrat glomerulusatau urin primer. Dalam urin primer masih terdapat air, glukosa, asam amino, dan garam mineral.
b. Penyerapan Kembali (Reabsorpsi)
Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal. Hampir semua gula, vitamin, asam amino, ion, dan air diserap kembali. Zat-zat yang masih berguna tadi dimasukkan kembali ke dalam pembuluh darah yang terdapat di sekitar tubulus. Hasil reabsorpsi berupa filtrat tubulus atau urin sekunder. Urin sekunder mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang memberi warna dan bau pada urin.
c. Augmentasi
Di tubulus kontortus distal, beberapa zat sisa seperti asam urat, ion hidrogen, amonia, kreatin, dan beberapa obat ditambahkan ke dalam urin sekunder sehingga tubuh terbebas dari zat-zat berbahaya. Urin sekunder yang telah ditambahkan dengan berbagai zat tersebut disebut urin. Kemudian, urin disalurkan melalui tubulus kolektivus ke rongga ginjal. Dari rongga ginjal, urin menuju ke kantung kemih melalui saluran ginjal (ureter).
d. Proses Pengeluaran Urin
Jika kandung kemih penuh dengan urin, dinding kantong kemih akan tertekan. Kemudian dinging otot kantong kemih meregang sehingga timbul rasa ingin buang ir kecil. Selanjutnya, urin keluar melalui saluran kencing (uretra). Pengeluaran air melalui urin ada hubungannya dengan pengeluaran air melalui keringat pada kulit. Pada waktu dara dingin, badan kita tidak berkeringat. Pengeluaran air dari dalam tubuh banyak dikeluarkan melalui urin sehingga kita sering buang air kecil. Sebaliknya, pada waktu udara panas, badan kita banyak mengeluarkan keringat dan jarang buang air kecil.
Urin yang dikeluarkan oleh ginjal sebagian besar teidiri atas (95%) air dan zat yang terlarut, yaitu urea, asam urat, dan amonia. yang merupakan sisa-sisa perombakan protein: bermacam-macam garam terutama garam dapur (NaCl), zat warna empedu yang menyebabkan warna kuning pada urin, dan zat-zat yang berlebihan di dalam darah seperti vitamin B, C, obat-obatan, dan hormon.
Urin tidak mengandung protein dan glukosa. Jika urin mengandung protein, berarti terjadi gangguan atau kerusakan ginjal pada glomerulus. Jika urin mengandung gula, berarti tubulus ginjal tidak menyerap kembali gula dengan sempurna. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya kerusakan pada tubulus ginjal, tetapi dapat pula disebabkan oleh tingginya kadar gula di dalam darah sehingga tubulus ginjal tidak dapat menyerap kembali semua gula yang ada pada filtrat glomerulus. Kadar gula darah yang tinggi disebabkan oleh terhambatnya proses pengubahan gula menjadi glikogen, akibatnya produksi hormon insulin terhambat. Kelainan ini dikenal sebagai penyakit kencing manis (diabetes mellitus).
Dilihat dari segi banyaknya zat yang terkandung di urin, dapat disimpulkan bahwa ginjal merupakan organ yang sangat penting bagi tubuh. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah, mengeluarkan sisa metabolisme, membuang zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, dan mengatur keseimbangan air dan garam di dalam darah.
4. Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh dan terletak di dalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Pada orang dewasa normal beratnya kurang lebih 2 kg dan berwarna merah.
Hati
Hati
Hati mengeluarkan empedu yang berupa cairan kehijauan, rasanya pahit, pHnya netral, dan mengandung kolesterol, garam-garam mineral, garam empedu, dan zat warna empedu yang disebut bilirubin dan biliverdin. Garam-garam empedu berfungsi dalam proses pencernaan makanan. Zat warna empedu yang berwarna hijau kebiruan berasal dari perombakan hemoglobin sel darah merah di dalam hati. Zat warna empedu diubah oleh bakteri usus menjadi urobilin yang berwarna kuning coklat yang memberikan warna feses dan urin. Sisa-sisa pencernaan protein yang berupa urea dibentuk juga di dalam hati. Urea kemudian dibawa oleh darah dan selanjutnya masuk ke dalam ginjal. Akhirnya, dari ginjal dikeluarkan bersama-sama dengan urin.
Selain sebagai alat ekskresi, hati juga mempunyai fungsi lain yang sangat penting bagi tubuh, yaitu:
  • Sebagai tempat penyimpanan gula dalam bentuk glikogen.
  • Sebagai tempat pembentukan dan pembongkaran protein. Hati membentuk protein akbumin, protrombin, fibrinogen, dan urea.
  • Sebagai tempat membongkar sel darah merah (eritrosit) yang telah tua atau rusak. Hemoglobin dalam eritrosit dibongkar menjadi zat besi, globin, dan hemin. Hemin diurai menjadi bilirubin dan biliverdin.
  • Pembentukan  dan pengeluaran cairan empedu.
  • Menetralkan obat dan racun.
  • Tempat untuk membuat vitamin A dari provitamin A.
B. KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI
1. Anuria
Anuria adalah kegagalan ginjal menghasilkan urin. Anuria bisa disebabkan oleh kurangnya tekanan untuk melakukan filtrasi atau radang glomerulus, sehingga plasma darah tidak bisa masuk ke dalam glomerulus. Kurangnya tekanan hidrostatis bisa disebabkan oleh penyempitan (konstriksi) arteriol efferen oleh hormon epinefrin atau oleh pendarahan sehingga darah tidak dialirkan ke ginjal.
2. Glikosuria
Glikosuria adalah ditemukannya glukosa pada urin. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi kerusakan pada badan malphigi.
3. Albuminaria
Albuminaria adalah ditemukannya protein albumin dalam urin. Keberadaan albumin yang berlebihan dalam urin menunjukkan adanya kenaikan permeabilitas membran glomerulus. Albuminaria disebabkan karena luka pada membran glomerulus sebagai akibat penyakit, kenaikan tekanan darah, dan iritasi sel-sel ginjal oleh zat-zat, misalnya racun, bakteri, eter, atau logam berat.
4. Hematuria
Keberadaan sel-sel darah merah di dalam urin disebut hematuria. Penyebab hematuria adalah radang organ-organ sistem urin karena penyakit atau iritasi oleh batu ginjal. Jika darah ditemukan di dalam urin, kondisi ini menunjukkan adanya bagian saluran urin yang mengalami pendarahan.
5. Bilirubinaria
Konsentrasi bilirubin dalam urin di atas normal disebut bilirubinaria. Bilirubinaria menunjukkan adanya penguraian hemoglobin dalam darah merah yang berlebihan atau adanya ketidakfungsian hati atau kerusakan empedu.
6. Batu Ginjal
Batu ginjal merupakan benda keras yang sering ditemukan di dalam saluran ginjal, pelvis ginjal, mauoun saluran urin. Batu ini umumnya berdiameter 2-3 mm dengan permukaan kasar atau halus. Kadang-kadang bisa ditemukan batu ginjal bercabang yang besar. Penyusun utama batu ginjal adalah kristal-kristal asam urat, kalsium oksalat, dan kalsium fosfat ditambah dengan kristal-kristal garam, magnesium fosfat, asam urat atau sistin, dan mukoprotein. Terbentuknya batu ginjal bisa disebabkan oleh konsentrasi garam-garam mineral yang berlebihan, penurunan jumlah air, kebasaan, dan akeasamaan urin yang abnormal, atau aktivitas kelenjar paratiroid yang berlebihan. Keberadaan batu ginjal bisa menyumbat ureter, menimbulkan tukak, dan meningkatkan kemngkinan infeksi bakteri.
7. Nefritis Glomerulus
Nefritis glomerulus merupakan radang ginjal yang melibatkan glomerulus. Salah satu penyebab paling umum adalah reaksi alergi terhadap racun yang dilepaskan oleh bakteri Streptococcus yang telah menginfeksi bagian tubuh lain, khususnya tenggorokan. Glomerulonefritis memungkinkan sel-sel darah merah dan protein memasuki filtrat sehingga urin mengandung banyak eritrosit dan protein. Glomerulonefritis yang parah bisa menyebaban gagal ginjal.
8. Pielonefritis
Pielonefritis merupakan radang pelvis ginjal, medula, dan korteks oleh infeksi bakteri. Infeksi ini biasanya berawal dari pelvis ginjal kemudian melebar ke dalam ginjal. Piolonefritis bisa menyebabkan kerusakan nefron dan korpuskulum renalis.
9. Kistitis
Kistitis adalah radang kantung kemih yang melibatkan lapisan mukosa dan submukosa. kistitis bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, zat-zat kimia, atau luka mekanis.
10. Nefrosis
Nefrosis merupakan kondisi bocornya membran glomerulus. Kebocoran ini memungkinkan sejumlah besar protein berpindah dari darah menuju urin sehingga air dan natrium menumpuk dalam tubuh menghasilkan pembengkakan (oedem), khususnya di sekitar lutut, kaki, abdomen, dan mata. Nefrosis lebih umum terjadi pada anak-anak, namun bisa terjadi pada semua usia. Meskipun tidak selalu menyembuhkan, hormon steroid sintetis tertentu, seperti cortison dan prednison, yang mirip hormon yang disekresi kelenjar adrenal, dapat menekan terjadinya nefrosis.
11. Polisistik
Polisistik bisa disebabkan oleh kerusakan saluran ginjal yang merusak nefron dan mengkasilkan kista mirip dilatasi sepanjang saluran. Kelainan ginjal ini umumnya dirurunkan. Dalam jaringan ginjal muncul kista, lubang kecil, dan gelembung-gelembung berisi cairan. Kista ini perlahan-lahan bertambah besar hingga menekan keluar jaringan normal. Gagal ginjal sebagai akibat penyakit pilisistik biasanya terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Perkembangan polisistik dapat diperlambat dengan diet, obat, dan pemasukan cairan.
12. Gagal Ginjal
Gagal ginjal dihasilkan dari kondisi yang mengganggu fungsi ginjal, yatu nefritis ginjal parah, trauma ginjal, atau tidak adanya jaringan ginjal karena tumor. Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan pada semua nefron sehingga tidak berfungsi. Gagal ginjal yang parah menyebabkan penumpukan urea dalam darah. Gagal ginjal total bisa menyebabkan kematian dalam waktu 1-2 minggu.
13. Albino (bule)
Albino terjadi karena tidak adanya pigmen melanin pada lapisan granulosum.http://unitedscience.wordpress.com/ipa-3/bab-1-sistem-ekskresi-manusia/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

 SISTEM RESPIRASI
 
 
Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan.
Pernapasan adalah kegiatan makhluk hidup yang sangat penting.
Pernahkah kamu berpikir apa yang terjadi seandainya kita sulit bernapas ?
Kita tahu bahwa manusia telah dilengkapi oleh alat yang mampu menghirup udara, sehingga kebutuhan akan oksigen terpenuhi, karena tanpa oksigen aktivitas dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung.
Organ-organ apa saja yang berperan dalam pernafasan? Bagaimana kita bernapas dan mendapatkan oksigen ? Gangguan apa saja yang terjadi dalam sistem pernapasan? Semua akan terjawab dengan mempelajari modul ini.
Pernapasan adalah :
  1. Kegiatan mengambil udara (inspirasi) dan mengeluarkan udara (ekspirasi) melalui alat pernapasan.
  2. Pertukaran gas antara sel dengan lingkungan (respirasi eksternal).
  3. Reaksi enzimatik, pemanfaatan oksigen memerlukan enzim pernapasan (sitokrom).
Mekanisme Respirasi
Meliputi proses :
  • Inspirasi yaitu pemasukan udara ke paru-paru
  • Ekspirasi yaitu pengeluaran udara dari paru-paru
Proses inspirasi dan ekspirasi melibatkan kontraksi relaksasi otot-otot tulang rusuk dan otot diafragma.
Adapun macam – macam pernafasan antara lain :
1. Pernapasan Dada Pernapasan dada berlangsung dalam 2 tahap, yaitu :
  • Inspirasi, terjadi bila otot antar tulang rusuk luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat, volume rongga dada membesar, paru-paru mengembang, sehingga tekanan udaranya menjadi lebih kecil dari udara atmosfer, sehingga udara masuk.
  • Ekspirasi, terjadi bila otot antar tulang rusuk luar berelaksasi, tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula, volume rongga dada mengecil, tekanan udara rongga dada meningkat, tekanan udara dalam paru-paru lebih tinggi dari udara atmosfer, akibatnya udara keluar.
2. Pernapasan perut
Pernapasan perut berlangsung dalam dua tahap, yaitu :
  • Inspirasi, terjadi bila otot diafragma berkontraksi, diafragma mendatar mengakibatkan volume rongga dada membesar sehingga tekanan udaranya mengecil dan diikuti paru-paru yang mengembang mengakibatkan tekanan udaranya lebih kecil dari tekanan udara atmosfer dan udara masuk.
  • Ekspirasi, diawali dengan otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi menyebabkan diafragma terangkat dan melengkung menekan rongga dada, sehingga volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat sehingga udara dalam paru-paru keluar.
    Pernapasan perut umumnya terjadi saat tidur.
Inspirasi
Tahap inspirasi terjadi akibat otot tulang rusuk dan diafragma berkontraksi. Volume rongga dada dan paru-paru meningkat ketika diafragma bergerak turun ke bawah dan sangkar tulang rusuk membesar. Tekanan udara dalam paru-paru akan turun di bawah tekanan udara atmosfer, dan udara akan mengalir ke dalam paru-paru.
Ekspirasi
Tahap ekspirasi terjadi akibat otot tulang rusuk dan diafragma berelaksasi. Volume rongga dada dan     paru-paru mengecil ketika diafragma bergerak naik dan sangkar tulang rusuk mengecil. Tekanan udara dalam paru-paru akan naik melebihi tekanan udara atmosfer, dan udara akan mengalir keluar dari paru-paru.
Organ-Organ Sistem Pernafasan Manusia
Organ-organ pernafasan manusia terdiri dari :
  • Hidung
  • Faring
  • Laring
  • Trakea
  • Bronkus
  • Bronkiolus
  • Alveolus
Hidung
Hidung adalah bagian yang paling menonjol di wajah, yang berfungsi menghirup udara pernafasan, menyaring udara,menghangatkan udara pernafasan, juga berperan dalam resonansi suara.
Hidung merupakan alat indera manusia yang menanggapi rangsang berupa bau atau zat kimia yang berupa gas. Di dalam rongga hidung terdapat serabut saraf pembau yang dilengkapi dengan sel-sel pembau. setiap sel pembau mempunyai rambut – rambut halus(silia olfaktori)di ujungnya dan diliputi oleh selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab dan untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.
Faring
Faring (tekak) merupakan persimpangan antara kerongkongan dan tenggorokan. Terdapat katup yang disebut epiglotis (anak tekak) berfungsi sebagai pengatur jalan masuk ke kerongkongan dan tenggorokan. Pernahkah kalian tersedak makanan ? Coba pikirkan apa penyebabnya ?
Laring
Laring adalah pangkal tenggorokan, terdiri atas kepingan tulang rawan membentuk jakun dan terdapat celah menuju batang tenggorok (trakea) disebut glotis, di dalamnya terdapat pita suara dan beberapa otot yang mengatur ketegangan pita suara sehingga timbul bunyi.Berfungsi untuk menyalurkan udara dari faring ke trakea.

Trakea
 Berupa pipa yang dindingnya terdiri atas 3 lapisan, yaitu lapisan luar terdiri atas jaringan ikat, lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan, dan lapisan dalam terdiri atas jaringan epitelium besilia. Terletak di leher bagian depan kerongkongan.
Bronkus
  Merupakan percabangan trakea yang menuju paru-paru kanan dan kiri. Struktur bronkus sama dengan trakea, hanya dindingnya lebih halus. Kedudukan bronkhus kiri lebih mendatar dibandingkan bronkus kanan, sehingga bronkhus kanan lebih mudah terserang penyakit.
Bronkiolus
Bronkheolus adalah percabangan dari bronkhus, saluran ini lebih halus dan dindingnya lebih tipis. Bronkheolus kiri berjumlah 2, sedangkan kanan berjumlah 3, percabangan ini akan membentuk cabang yang lebih halus seperti pembuluh.
Alveolus
  Berupa saluran udara buntu membentuk gelembung-gelembung udara, dindingnya tipis setebal selapis sel, lembab dan berlekatan dengan kapiler darah.
Alveolus berfungsi sebagai permukaan respirasi, luas total mencapai 100 m2 (50 x luas permukaan tubuh) cukup untuk melakukan pertukaran gas ke seluruh tubuh.
Paru – Paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada.paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan kiri. Paru-paru diselimuti oleh selaput paru-paru (pleura).Perjumlah sepasang terletak di dalam rongga dada kiri dan kanan. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus (gelambir), sedangkan paru-paru kiri memiliki 2 lobus (gelambir). Di dalam paru-paru ini terdapat alveolus yang berjumlah ± 300 juta buah. Bagian luar paru-paru dibungkus oleh selaput pleura untuk melindungi paru-paru dari gesekan ketika bernapas, berlapis 2 dan berisi cairan.
Adapun macam – macam Kapasitas volum paru – paru saat respirasi antara lain :
- Volume tidal : banyaknya udara yang masuk dan keluar paru-paru selama pernafasan normal (500 ml)
- Volume tidal dipengaruhi :
  • Berat badan seseorang
  • Jenis kelamin
  • Usia
  • Kondisi fisik
  Mekanisme Pertukaran Gas
 Di dalam Alveolus, udara yang mengandung oksigen dipertukarkan ke dalam darah. Sedangkan karbondioksida di dalam darah dikeluarkan ke alveolus.
Pengangkutan O2
Pertukaran gas antara O2 dengan CO2 terjadi di dalam alveolus dan jaringan tubuh, melalui proses difusi. Oksigen yang sampai di alveolus akan berdifusi menembus selaput alveolus dan berikatan dengan haemoglobin (Hb) dalam darah yang disebut deoksigenasi dan menghasilkan senyawa oksihemoglobin (HbO) seperti reaksi berikut :
Sekitar 97% oksigen dalam bentuk senyawa oksihemoglobin, hanya 2 – 3% yang larut dalam plasma darah akan dibawa oleh darah ke seluruh jaringan tubuh, dan selanjutnya akan terjadi pelepasan oksigen secara difusi dari darah ke jaringan tubuh, :
Adapun tahapan proses pengikatan oksigen sebagai berikut :
  • Alveolus memiliki O2 lebih tinggi dari pada O2 di dalam darah.
  • O2 masuk ke dalam darah melalui difusi melewati membran alveolus
  • Di dalam darah, O2 sebagian besar (98%) diikat oleh Hb yang terdapat pada Eritrosit menjadi Oksihemoglobin (HbO2).
  • Selain diikat oleh Hb, sebagian kecil O2 larut di dalam plasma darah (2%).
  • Setelah berada di dalam darah, O2 kemudian masuk ke jantung melalui vena pulmonalis untuk diedarkan ke seluruh tubuh yang membutuhkan.
Pengangkutan CO2
Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses respirasi sel akan berdifusi ke dalam darah yang selanjutnya akan diangkut ke paru-paru untuk dikeluarkan sebagai udara pernapasan.
Ada 3 (tiga) cara pengangkutan CO2 :
  • Sebagai ion karbonat (HCO3), sekitar 60 – 70%.
  • Sebagai karbominohemoglobin (HbCO2), sekitar 25%.
  • Sebagai asam karbonat (H2CO3) sekitar 6 – 10%.
Adapun tahapan proses pengeluaran karbondioksida sebagai berikut :
  • Di jaringan, CO2 lebih tinggi dibandingkan yang ada di dalam darah.
  • Ketika O2 di dalam darah berdifusi ke jaringan, maka CO2 di jaringan akan segera masuk ke dalam darah.
  • Ketika CO2 berada di dalam darah sebagian besar (70%) CO2 akan diubah menjadi ion bikarbonat(HCO3–)
  • 20% CO2 akan terikat oleh Hb pada Eritrosit.
  • Sedangkan 10% CO2 lainnya larut dalam plasma darah.
  • Di dalam darah, CO2 di bawa ke jantung, kemudian oleh jantung CO2 dalam darah dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
  • Di paru-paru CO2 akan dikeluarkan dari tubuh melalui ekspirasi
Kontrol Pernafasan
 Pusat pengaturan pernafasan adalah medulla oblongata dan pons. Dimana ketentuannya antara lain :
  • 1.Respirasi normal antara 12–15 kali per menit.

  • 2.Pada kondisi tertentu frekuensi respirasi dapat meningkat atau menurun bergantung kondisi.
  • 3.Yang menaikkan atau menurunkan kecepatan respirasi adalah medulla oblongata dan pons.
  Kelainan / Penyakit pada Sistem Respirasi
Sistem pernapasan dapat mengalami berbagai gangguan, baik karena kelainan sistem pernapasan atau akibat infeksi kuman. Beberapa jenis gangguan antara lain :
  1. Asma/sesak napas, penyempitan saluran napas akibat otot polos pembentuk dinding saluran terus berkontraksi, disebabkan alergi atau kekurangan hormon adrenalin.
  2. Asfiksi, gangguan pengangkutan dan penggunaan oksigen oleh jaringan akibat tenggelam, pneumonia, keracunan CO.
  3. Asidosis, akibat peningkatan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah
  4. Wajah adenoid (wajah bodoh), penyempitan saluran napas karena pembengkakan kelenjar limfa (polip), pembengkakan di tekak (amandel).
  5. Pneumonia, radang paru-paru akibat infeksi bakteri Diplococcus pneumonia.
  6. Difteri, penyumbatan faring/laring oleh lendir akibat infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae
  7. Emfisema, menggelembungnya paru-paru akibat perluasan alveolus berlebihan.
  8. Tuberculosis (TBC), penyakit paru-paru akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosa.
  9. Peradangan pada sistem pernapasan :
      • bronchitis, radang bronkhus.
      • laringitis, radang laring
      • faringitis, radang faring
      • pleuritis, radang selaput paru-paru
      • renitis, radang rongga hidung
      • sinusitis, radang pada bagian atas rongga hidung (sinus)
Kelainan pada sistem pernafasan menurut letaknya gangguannya terdiri atas :
  • Gangguan/penyakit dinding alveolus
  • Gangguan/penyakit saluran pernapasan
  • Gangguan/penyakit sistem transportasi udara
Gangguan/penyakit dinding alveolus
Antara lain :
  • Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi bakteri diplococcus pneumonia yang menyebabkan peradangan pada dinding alveolus.
  • Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
  • Masuknya air ke alveolus.
Gangguan/penyakit dinding alveolus
Antara lain :
  • Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi bakteri diplococcus pneumonia yang menyebabkan peradangan pada dinding alveolus.
  • Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
  • Masuknya air ke alveolus.
Gangguan/penyakit sistem transportasi udara
Antara Lain :
  • Kontaminasi gas CO / karbon monoksida atau CN / sianida.
  • Kadar haemoglobin / hemoglobin yang kurang pada darah sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau kurang darah alias anemia.http://noermalalika.wordpress.com/lihat-aja/biology/sistem-pernafasan-manusia/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS